Jokowi: Jangan Mau Diajak Pesimis

Rabu, 18 April 2018 | 08.00 WIB

Bagikan:
Presiden Joko Widodo | topik.co.id/2017/son

"Jangan ada pesimisme apapun, betapa ujian cobaan, rintangan, hambatan yang ada itu, di depan kita, tidak boleh lagi. Kalau ada yang pesimis, ada yang menakut-nakuti, diajak untuk pesimis, jangan mau"

Presiden Joko Widodo
TOPIK - Dalam peringatan hari jadi ke-58 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua calon pemimpin untuk memiliki optimisme tahan uji, tahan banting, dan selalu tawakal, berserah diri kepada Allah dengan tetap berusaha dan berikhtiar.

Jokowi juga menyampaikan agar jangan sampai ada pesimisme apapun, betapa beratnya cobaan yang dihadapi Indonesia sebagai negara besar.

"Jangan ada pesimisme apapun, betapa ujian cobaan, rintangan, hambatan yang ada itu, di depan kita, tidak boleh lagi. Kalau ada yang pesimis, ada yang menakut-nakuti, diajak untuk pesimis, jangan mau," tutur Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Lahir ke-58 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/4) malam.

Untuk itu, Presiden mengajak masyarakat untuk membawa negara ini pada kebudayaan politik yang penuh dengan etika, politik yang menyatukan bukan politik yang memecah belah, bukan politik yang membawa perpecahan, bukan politik yang saling menghujat, bukan politik yang saling mencela, bukan politik yang saling memaki.

Baca juga - Jokowi Targetkan Jalan Trans Papua Dibuka 2018, Menteri Mintanya 2019

"Itu bukan budaya politik Indonesia. Budaya politik Indonesia itu ya budaya politik yang penuh etika, penuh kesopanan, sopan santun. Jangan mau dibawa ke arah-arah politik yang seperti tadi saya sampaikan," jelas Jokowi.

Jokowi juga memaparkan bahwa dari hitung-hitungan Bank Dunia, hitungan Mckenzie, hitungan dan kalkulasi Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) menunjukkan bahwa di tahun 2030 Indonesia akan menjadi 10 besar negara dengan ekonomi terkuat di dunia.

"Kalau lancar terus seperti ini dan kemungkinan bisa masuk ke-7 besar. Di 2045 diperkirakan dari kalkulasi itu kita akan bisa masuk ke-4 besar ekonomi terkuat di dunia," tegas Jokowi.

Baca juga - Jelang Pilkada 2018, Menko Polhukam Ajak Seluruh Stakeholder Bersinergi

Karena itu, Presiden Jokowi menitipkan pesan kepada kader-kader PMII yang merupakan calon-calon pemimpin bangsa untuk membangun optimisme yang kuat sehingga apa yang dikalkulasi, yang sudah dihitung, baik oleh Bank Dunia, oleh Bappenas, boleh Mackenzie betul-betul menjadi sebuah kenyataan.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menpora Imam Nahrawi, Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

[Son/Seb]
Bagikan:
KOMENTAR