Hadapi Tahun Politik 2018, Panglima Gatot: TNI-Polri Harus Solid

Selasa, 17 Oktober 2017 | 17.21 WIB

Bagikan:
Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Tito Karnavian  | ist
TOPIK -  Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menekankan bahwa politik TNI adalah politik negara, maka yang dilakukan TNI hanya untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan harus taat hukum.

"Saya tegaskan bahwa politik TNI adalah politik negara, seluruh jiwa raga saya, saya kerahkan untuk menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas Panglima Gatot dihadapan 4.500 Prajurit TNI AD, AL dan AU di Hanggar Lanud, Sri Mulyo Herlambang, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (17/10/2017).

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyampaikan saat ini TNI telah mendapat kepercayaan tertinggi di masyarakat, maka jangan ada pihak-pihak lain yang ingin menarik TNI dalam politik praktis, karena hal tersebut akan menurunkan citra TNI.

"Untuk menjadi kuat dan tetap teguh, TNI-Polri harus solid, jangan ada pihak atau kelompok yang berusaha menarik TNI pada politik praktis," cetusnya.

Panglima TNI mengingatkan bahwa tahun 2018 merupakan tahun politik yang akan menggelar Pilkada serentak baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

"Saya ingatkan dalam menghadapi tahun politik, jangan ada yang berpihak kepada partai maupun calon Kepala Daerah. Prajurit TNI harus tetap netral," tegasnya

Lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan kekuatan yang sangat besar, tidak ada satupun negara di dunia yang bisa mengalahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"TNI bersatu dengan rakyat akan menjadi kuat, sehingga negara lain tidak bisa menguasai Indonesia," harapnya.

[Pus/Tk]
Bagikan:
KOMENTAR