Deklarasi, Fornas Bhinneka Tunggal Ika Jakarta Ambil Sikap Tegas

Jumat, 14 Juli 2017 | 21.43 WIB

Bagikan:
Deklarasi Forum Nasional Bhinneka Tunggal Ika-Jakarta, Ketua Fornas Maruli Lumban Gaol (baju putih) | topik.co.id/sonny
TOPIK - Deklarasi Forum Nasional Bhinneka Tunggal Ika-Jakarta, merupakan tindakan nyata atas sikap perduli elemen bangsa terhadap ke-Bhimnekaan yang menjadi kearifan bangsa ini.

Deklarasi Forum Nasional Bhinneka Tunggal Ika-Jakarta menjadi sangat penting guna menjaga keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dimana Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan kebangsaan sebagal pengikatnya.

Hal ini diutarakan Ketua Fornas Maruli Lumban Gaol saat deklarasi Forum Nasional Bhinneka Tunggal Ika-Jakarta yang di hadiri para relawan di Jakarta, Jumat (14/7/2017).

Lanjut Maruli, Indonesia memiliki kemajukan yang beragam penuh intoleransi, Jakarta adalah kota multietnik dan banyak keyakinan di dalamnya yang perlu dipeliIhara, dijaga bahkan dipertahankan sebagal kekayaan nasional.

"Jakarta merupakan miniatur dari Indonesia. Oleh karena Jakarta bukanlah tempat bagi kelompok intoleran untuk menunjukkan eksistensinya. Jakarta adalah tempat untuk beragaman bisa melangsungkan kehidupannya," tegasnya

Maruli juga mejelaskan Forum Nasional Bhinneka Tunggal Ika-Jakarta merupakan bagian dan gerakan Nasional yang intoleran dan multi etnik, lintas agama dan profesi yang disatukan dengan tuluan bersama yaitu menjaga keutuhan NKRI.

"Sikap saling menghormati dan menghargai dalam tataran gotong royong harus dikembalikan dalam kehldupan bermasyarakat di Jakarta. lni adalah nilaI luhur yang ingin dihilangkan bahkan dihapuskan oleh segelintir kelompok yang menyatakan dirinya paling benar belakang ini," cetusnya.

"Kami menolak keras, bahkan akan menjadi garda terdepan dalam menghadapi usaha-usaha yang dilakukan untuk mengganti Pancasila dan UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika sebagaI nilai luhur NKRI. Forum Nasional Bhinneka Tunggal ika karna Juga mendukung penuh usaha pemerintah dalam memberantas organisasi anti Pancasila dan UUD 1945," tambahnya.

[Sonny]
Bagikan:
KOMENTAR