Subsidi Listrik 900 VA Dicabut, JK Angkat Bicara

Rabu, 03 Mei 2017 | 12.53 WIB

Bagikan:
cover Jusuf Kalla | foto: topik.co.id
TOPIK - Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk rumah tangga 900 VA yang ditetapkan PLN sebesar Rp 1,352/ KWh per 1 Mei 2017, naik dari TDL sebelumnya, yakni Rp 1.034/KWh pada 1 Maret lalu.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengutarakan pencabutan subsidi listrik rumah tangga 900 VA (Volt Amper) adalah demi keadilan. Menurutnya selama ini penerima subsidi itu lebih banyak dari golongan ekonomi mampu.

"Banyak sekarang rumah yang sebenarnya mampu, tapi mereka juga pakai listrik subsidi, ada rumah mampu ternyata tempat dia pakai listrik subsidi meterannya, sehingga semuanya di bawah 60 volt," ungkap Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (2/5).

"Jadi untuk lebih adil-lah, betul-betul subsidi kepada orang yang membutuhkan," tambahnya seperti dikutip TOPIK dari laman Antara.

Namun, dari hasil kajian Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Badan Pusat Statistik (BPS), total pelanggan listrik 900 VA di Indonesia berjumlah 22,9 juta rumah tangga, artinya hanya 4,1 juta pelanggan dinilai layak mendapatkan subsidi.

Sementara itu, sisanya 18,8 juta pengguna distrik 900 VA merupakan rumah tangga mampu sehingga tidak berhak mendapatkan subsidi dari pemerintah.

JK juga menekankan istilah pencabutan subsidi sebenarnya juga kurang tepat, sebab pemerintah saat ini akan menggantinya dengan sistem subsidi langsung, seperti halnya subsidi LPG yang akan diganti dengan sistem kiloan.

"Jadi semua subsidi pemikirannya untuk digantikan ke subsidi langsung, LPG diganti kiloan, dan lain-lain, ini dalam proses perencanaan untuk subsidi langsung, tetap subsidinya, tapi nanti bersifat langsung," cetusnya.

[Son]
Bagikan:
KOMENTAR