Selesai Jadi Gubernur, Ahok Ogah Berpolitik & Jadi Pejabat Negara

Kamis, 04 Mei 2017 | 16.41 WIB

Bagikan:
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) | cover: topik.co.id
TOPIK - Jabatan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan berakhir pada Oktober 2017 mendatang. Lantas Ahok mengaku tidak akan berpolitik seperti tidak masuk partai politik dan tidak menjadi pejabat negara sekelas menteri.

"Enggak masuk partai politik, enggak jadi menteri, enggak jadi staf presiden, semua enggak, aku mau bikin Ahok show dengan salah satu stasiun televisi, tapi revenue sharing," kata Ahok kepada awak media di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (4/5).

Baca Juga - Fenomena Papan Bunga untuk Ahok-Djarot di Medan, Berkah atau Kutukan?

"Jadi kalau mau terima iklan berapa bagi saya lah 20 atau 30 persen," tambah Ahok sembari tersenyum.

Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta telah mengesahkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi, Minggu (30/4/2017) kemarin.

Perolehan suara terbanyak pada putaran kedua Pilkada DKI diraih pasangan calon nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan 3.240.987 suara atau setara 57,96 persen.

Sementara itu, pasangan nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat memeroleh 2.350.366 suara atau setara 42,04 persen.

[Son]
Bagikan:
KOMENTAR