Jelang Ramadan & Lebaran, Stok Sembako di Sumut Dipastikan Aman

Rabu, 03 Mei 2017 | 16.46 WIB

Bagikan:
gudang beras | topik.co.id 
TOPIK - Ketersediaan kebutuhan bahan pokok di Sumatera Utara (Sumut) menjelang puasa Ramadan, Lebaran dan Idul Adha tahun ini dipastikan terpenuhi untuk masyarakat Sumut. Stok beras sampai dengan Mei 2017 sebanyak 840 ribu ton. Sementara kebutuhan beras perbulan 144.836 ton.

"Berarti ketersediaan beras di Sumut aman untuk 5 bulan ke depan, sementara masa tanam dan panen masih terus berlanjut," jelas Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi di hadapan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada Rapat koordinasi (Rakor) identifikasi barang kebutuhan pokok menjelang Puasa, Lebaran, dan Idul Adha 2017/1438 H di Gedung BI Medan, Selasa (2/5/) kemarin.

Hadir dalam rakor tersebut anggota DPD RI Parlindungan Purba, Kepala Perwakilan BI Wilayah Sumut Arif Budi Santoso, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti, Wali Kota Medan Dzumi Eldin, dan perwakilan FKPD Provsu.

Kata Gubernur, untuk produksi cabai merah sampai awal Mei 2017 sebanyak 69.186 ton. Kebutuhan perbulan 7.880 ton. Kelebihan produksi 37.632 ton dipasok ke Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.

Sementara itu, kata dia, stok daging sampai dengan Mei 2017 sebesar 18.296 ton. Sedangkan kebutuhan per bulan untuk warga Sumut mencapai 2.045 ton. "Artinya, stok daging sampai September 2017 masih terpenuhi," katanya.

Sedangkan produksi telur 9.700.000 butir perhari atau setara dengan 646,67 ton. Sedangkan kebutuhan telur ayam sebesar 7.383.680 butir perhari atau setara dengan 461,48 ton.

“Kebutuhan produksi telur di pasok ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Riau, Kepulauan Riau dan Sumbar,” terang Erry.

Seperti halnya telur ayam, produksi daging ayam kurang lebih 300 ribu sampai dengan 350 ribu kg perhari setara dengan 200 ribu ekor. Kebutuhan daging ayam kurang lebih 169.230 kg perhari setara dengan 112.820 ekor. Maka kelebihan produksi ayam dipasok ke Provinsi Aceh, Riau, Kepri, dan Sumbar.

Begitu juga dengan minyak goreng. Produksi Minyak goreng di Sumut 500.000 ton perbulan. Kebutuhan minyak goreng perbulan di Sumut kurang lebih mencapai 285.000 ton. Kelebihan produksi ini distribusikan antar pulau dan juga ada yang diekspor.

Lain halnya dengan gula. Saat ini gula kristal rafinasi (GKR) PT Medan Sugar Industri (MSI) di Medan sebagai produsen gula yang mendapat izin impor RAW Sugar pada Semester I 2017 sebesar 55.670 ton yang diolah menjadi gula rafinasi sebesar 53.433 ton. PT MSI sudah terikat kontrak dengan produsen makanan dan minuman sebesar 75.984 ton gula kristal rafinasi.

Maka PT MSI masih kekurangan RAW Sugar sebesar 23.480 ton yang diolah menjadi gula kristal rafinasi sebesar 22.541 ton. Gula kristal putih (GKP) stok awal April adalah 52.148,14 ton kebutuhan per bulan 27.000 ton sampai bulan Juni 2017 dibutuhkan 81.000 ton gula kristal putih maka Sumut masih membutuhkan 28.452 ton pasokan gula pasir kristal putih.

[Rel]
Bagikan:
KOMENTAR