Ini Sikap Tegas Komnas Perlindungan Anak Terkait Guru Cabul di Humbahas

Selasa, 09 Mei 2017 | 09.00 WIB

Bagikan:
Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait | topik.co.id
TOPIK - FM (26) guru honorer Sekola Dasar (SD) Negeri 173416, Desa Sipituhuta, Kecamatan Pollung, Kabupaten Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), diduga melakukan pencabulan terhadap sembilan siswi.

Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (KNPA), Arist Merdeka Sirait mengaku telah mendapatkan informasi dari Kelompok Kerja (Pokja) dan Tim Investigasi Cepat (Quick Investigator) Komnas Anak di Humbahas terhadap kejahatan seksual yang diduga dilakukan FM (26).

Lanjutnya, KNPA sebagai lembaga pelaksana tugas dan fungsi keorganisasian dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Pusat yang memberikan pelayananan advokasi, pemenuhan dan perlindungan anak di Indonesia.

Baca Juga - Setelah Diintrogasi, Guru Honorer di Humbahas Ngaku Cabuli Siswi

Ketua Umum KNPA itu juga memberikan sikap tegas dan mengutuk perbuatan guru honorer tersebut dan mendesak dan mendukung Polres Humbahas untuk menjerat dengan ketentuan pasal 81 dan 82 Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun pidana penjara.

"Jika terdapat bukti bahwa kejahatan seksual dilakukan dengan cara berulang-ulang terhadap banyak korban," tegas Arist kepada TOPIK.co.id, Selasa (9/5) pagi.

"Maka tersangka dapat juga dijerat dengan ketentuan UU No. 17 tahun 2016 tentang perubahan ke II dari Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman tambahan Kebiri (kastrasi) dengan cara suntik kimia," tambah Arist.

Baca juga - 6 Bukti Pelajar di Sumut Banyak Menjadi Korban Asusila

Arist memberikan apreasi terhadap penyidik Polri buruh sergap Polres Humbahas atas kerja cepat dalam mengungkap tabir kejahatan seksual yang diduga dilakukan FM.

"Kerja cepat Polres Humbahas adalah sesuai dengan Protap Kapolri dan Instruksi Presiden (Inpres) No. 05 Tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak dan UU No. 17 Tahun 2016," jelasnya.

[Eko]
Bagikan:
KOMENTAR