6 Kalender Kuno Penuh Misteri dalam Catatan Sejarah Dunia

Senin, 08 Mei 2017 | 07.00 WIB

Bagikan:
cover | topik.co.id
TOPIK - Kalender-kalender kuno ini diperkirakan lebih dari sekitar 5.000 SM saat kalender pertama kali muncul, dan mengatur standar global untuk mengukur bulan dan hari.  
   
   
Kalender Masehi dan Hijriyah saat ini menjadi kalender perhitungan bulan dan hari di dunia. Namun selain kalender-kalender tersebut masih banyak yang digunakan orang-orang pada zaman dahulu salah satunya adalah kelender Romawi.

Sejarah juga mencatat ada banyak kalender yang pernah digunakan orang-orang pada zaman dulu dan diyakini sebagai penghitung akhir zaman.

Memang kalender ini agak terbilang unik jika baru pertama kali melihatnya. Sebab, sistem penanggalan dan tahunnya juga agak berbeda dengan kalender pada umumnya.

Berikut ulasan 6 kalender kuno penuh misteri dalam catatan sejarah dunia yang dirangkum TOPIK.co.id, Senin (8/5) dari berbagai sumber.
[cut].
foto: instagram
1. Kalender Aztec

Kalender Aztec terdiri dari dua kalender berbeda, yaitu Xiuhpohualli dan Tonalpohualli. Kalender Xiuhpohualli memiliki 365 hari dibagi menjadi 18 bulan, di mana setiap bulan ada 20 hari.

Namun, pada akhir tahun terdapat lima hari tambahan sebagai keburuntungan, dan 12 hari ditambahkan setiap 52 tahun sekali.

Tidak hanya itu, kalender Tonalpohualli juga memiliki 20 bulan yang memiliki 13 hari setiap bulannya.

Jika ditotalkan, terdapat 260 hari dalam setahun. Angka 260 dikaitkan dengan nomor atau tanda yang didedikasikan untuk dewa.

Suku Aztec percaya bahwa setiap 52 tahun, dunia akan hancur. Untuk mencegah kehancuran, mereka melakukan ritual selama 12 hari yang disebut festival api untuk mengikat tahun-tahun.
[cut]
foto: facebook
2. Kalender Romawi

Kalender Romawi ini diciptakan oleh Raja Romulus ketika Roma pertama kali berdiri. Kalender itu memiliki 10 bulan dengan total 304 hari, dan tambahan 61 hari yang tidak termasuk dalam bulan atau pun minggu.

Permasalahan bulan dalam kalender ini tidak sinkron dengan musim, Raja Numa menambahkan dua bulan tambahan, yaitu Lanuarius (Januari) dan Februarius (Februari) agar total bulan genap menjadi 12.

Lantas, Julius Caesar kemudian memperkenalkan kalender Julian setelah ia menjadi pontifex maximus.

Namun, kalender baru tidak bisa segera diadopsi karena ketidakakuratan dengan kalender Romawi.
[cut]
foto: google
3. Kalender Revolusi Perancis

Siapa sangka, kalender yang juga disebut kalender republik Perancis ini digunakan di negara Perancis pada tanggal 24 Oktober 1793, sampai 1 Januari 1806. Kalender ini sempat direpisi namun tetap dihapus kembali pada tahun 1871.

Kalender itu pertama kali diperkenalkan lebih dari satu tahun setelah revolusi Perancis. Oleh karena itu dalam kalender ini tidak terdapat tahun ke-1.

Sementara itu, kalender ini dimulai pada tahun ke-2. Dalam kalender ini terdapat 12 bulan, di mana setiap bulan terdiri dari tiga 'dekade (10 hari)'.

Setiap hari sepanjang tahun memiliki nama sendiri, seperti bibit, pohon, bunga, buah-buahan, peralatan dan binatang. Dari 10 hari dalam seminggu, hari terakhir dianggap sebagai hari libur.
[cut]
foto: google
4. Kalender China

Kalender China kombinasi antara kalender Lunisolar, yang berarti bahwa kalender tersebut dihitung berdasarkan posisi matahari dan bulan.

Setahun biasanya memliki 12 bulan, dan 353-355 hari. Setiap tiga tahun sekali, ada tambahan bulan dengan nama yang sama seperti nama bulan sebelumnya.

Meskipun kalender ini masih digunakan di China, dalam kalender China terdapat kedua belas binatang yang melambangkan kedua belas cabang Bumi, di antaranya, tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, kera, ayam, anjing, dan babi.
[cut]
foto: google
5. Kalender Revolusi Soviet

Uni Soviet memperkenalkan kalender ini pada tahun 1929. Kalender ini memanipulasi minggu dalam setahun, mengurangi jumlah hari dalam seminggu dari tujuh menjadi lima hari.

Anehnya lagi, pada setiap akhir tahun, ada lima sampai enam hari yang tidak termasuk ke bulan manapun. Selain itu, terdapat 30 hari di bulan Februari menurut kalender ini.

Pekerja pemerintah atau non-pemerintah mengamati hari libur mereka pada hari yang jatuh pada warna atau nomor. Namun, sistem kalender ini malah mendatangkan kekacauan.

Kalender ini dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas pekerja, meskipun ada unsur ingin membasmi agama. Pada tanggal 26 Juni 1940, kalender ini tidak digunakan lagi.
[cut]
foto: google
6. Kalender Maya

Pada tahun 2012, kalender Suku Maya pernah meramalkan bahwa Bumi ini akan kiamat. Kalender Maya sebenarnya terdiri dari tiga kalender yang berbeda, yakni Long Count, Tzolkin dan Haab.

Kalender Haab memiliki 365 hari, dibagi menjadi 19 bulan, 18-20 hari dalam satu bulan, dan satu bulan hanya dalam lima hari.

Kalender Tzolkin memiliki 13 periode, di mana setiap periode memiliki 13 hari. Kalender ini digunakan untuk menentukan hari upacara Suku Maya dan kegiatan keagamaan lainnya.

Sementara itu, Long Count digunakan untuk menentukan frekuensi waktu yang lebih lama atau lebih dikenal dengan "Siklus Universal".

Siklus universal memiliki 2,88 juta hari (sekitar 7.885 tahun). Maya Kuno percaya bahwa alam semesta hancur dan kemudian dibangun kembali setiap 2,88 juta hari.
Bagikan:
KOMENTAR