6 Bukti Pelajar di Sumut Banyak Menjadi Korban Asusila

Senin, 08 Mei 2017 | 21.12 WIB

Bagikan:
cover | topik.co.id
TOPIK - Dunia pendidikan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali tercoreng, pasalnya salah satu oknum pengajar berinisial FM (26) guru honorer Sekola Dasar (SD) Negeri 173416, Desa Sipituhuta, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), diduga melakukan pencabulan terhadap sembilan siswi.    
     

Humas Polda Sumut Dra Rina Sari Ginting menjelaskan dari salah satu orangtua yang anaknya telah dicabuli oleh pelaku dengan cara memangku anaknya dan memegang buah dada serta merabah paha dan memasukan tangan ke dalam celana anaknya. Keterangan tersebutpun diperkuat dengan pengakuan dari salah satu anak murid.

Lanjut Kombes Rina, korban pencabulan merupakan murid perempuan sebanyak sembilan orang. Adapun identitas sembilan orang murid perempuan yang diduga sebagai korban pencabulan dari pelaku.

"Saat diintrogasi tersangka mengaku melakukan pencabulan pada saat proses belajar-mengajar di kursi guru yang ada di depan kelas dengan cara memangku para murid perempuan untuk mengajari mereka menulis dan menghitung dan setelahnya mencium pipi mereka pada saat hendak pulang sekolah," jelas Kombes Rina, Senin (8/5).

Lantas, tindak pidana asusila pencabulan dan pemerkosaan di Sumut sepertinya tidak ada habisnya. Seharusnya pemerintah dan penegak hukum serta pihak-pihak terkait yang bergerak dibidang perlindungan perempuan dan anak juga harus mencari solusi untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk pencegahan perilaku asusila.

Kasus asusila ini merupakan satu dari sekian banyak yang menimpa para pelajar di Sumut. Dari data TOPIK.co.id sedikitnya ada enam kasus asusila yang menimpa korban para pelajar di Sumut. Berikut enam bukti pelajar di Sumut menjadi korban asusila yang dirangkum TOPIK.co.id, Senin (5/8).
[CUT]
Pulang%2BSekolah%252C%2BSiswi%2BSMA%2BDirudapaksa%2B4%2BPria%2BKunap
korban saat membuat laporan polisi | topmetro.co
1. Pelajar di Medan

Warga Jalan Mongonsidi I, Medan Polonia disekap dan diperkosa empat pria tak dikenal di dalam mobil, Jumat (26/2/2016) silam.
     
Abang korban menjelaskan musibah yang dialami adiknya, saat itu adiknya pulang dari sekolah usai mengikuti proses belajar mengajar di sekolahnya, dengan berjalan kaki menuju rumahnya. Sesampainya di rumah, tak seperti biasanya LA menangis sambil meringis kesakitan.
    
Saat ditanya abang korban apa yang terjadi, korban mengaku telah diperkosa emapat pria tak dikenal dengan mengenakan tutup muka (sebo) di dalam mobil Kijang abu-abu.
    
"Adik saya ini pulang-pulang menangis sambil meringis kesakitan. Saya lihat jalannya agak beda," ujar abang kandung korban.     
     
Tim Unit Reskrim Polsek Medan Baru yang menerima laporan keluarga korban langsung menindaklanjuti pengaduan tersebut dengan melakukan penyelidikan di lokasi kejadian dan memburu mobil yang digunakan oleh empat pelaku.

Sedangkan korban bersama keluarganya melakukan visum ke RS Brimob Poldasu.
[CUT]
Terkuak%2521%2BSiswi%2BSMP%2BDipaksa%2BLayani%2BPria%2BHidung%2BBelang
2 korban  | topmetro.co.id
2. Pelajar di Langkat

Dua siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, menjadi korban penjualan manusia (Human Trafficking) dan dijadikan sebagai penikmat pria hidung belang.
   
Kasus perdagangan siswi SMP ini terungkap, bermula dari adanya pengaduan kedua orang tua korban RIH (15) dan CA (16) Warga Desa Halaban Jati, kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat ke Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Langkat, Kamis (10/3/2016) silam.    
   
Dengan didampingi Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Langkat dan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Langkat, kedua gadis belia tersebut memberikan keterangan kepada penyidik.
  
Usai memberikan keterangan, RIH menceritakan, peristiwa mengerikan dalam hidupnya itu terjadi pada 17 Februari 2016 silam, sekira pukul 20.00 WIB.
    
Keterangan Ketua P2TP2A Langkat Ernis Syafrin Eldin kasus yang melibatkan dua bocah SMP ini diduga melibatkan sindikat penjualan orang.
    
"Maka dari itu, kita meminta pihak kepolisian segera mengungkap kasus ini, karena sudah menggurita di kawasan Pangkalan Susu," katanya.
[CUT]
Kenalan%2Bdi%2BFacebook%252C%2BPria%2BBertato%2BPuas%2BGagahi%2BSiswi%2BSMU%2B2
korban saat di Polsek Delitua | topmetro.co.id
3. Pelajar di Medan.

Kelakuan bejat Mhd Fahmi (20), menculik dan memperkosa RS (15) warga Pekan KP Padang, Desa Kampung Padang, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhan Batu, akhirnya terkuak berkat bantuan teman sekolah RS, Selasa (12/3/2016) tahun lalu.      
        
Kejadian yang menimpa RS, terjadi pada Senin (11/4/2016) silam, sekira pukul 12.00 WIB saat Fahmi menjeput RS di depan gerbang sekolahnya di Jalan Karya Jaya, Kec. Medan Johor.
     
Awalnya pelaku Fahmi yang merupakan teman prianya menjemput RS dari sekolahnya dengan menggunakan sepeda motor.  Lantas Fahmi membawa RS berjalan-jalan mengelilingi Kota Medan.   
           
Setelah lelah berjalan, sore harinya RS meminta kepada Fahmi untuk mengantarkanya pulang di rumah kontrakanya di daerah Medan Johor, namun RS bukanya diantarkan pulang melainkan dibawa ke hotel di daerah Jalan Setia Budi.         
        
Sampainya di dalam hotel Fahmi pun mengancam akan membunuh RS apabila tidak mau menuruti kemauan Fahmi, merasa dirinya terancam RS pun lantas merelakan tubuh montoknya digenjot bolak-balik alias berkali-kali oleh Fahmi selama satu malam.
[CUT]
2%2BKali%2BGagahi%2BSiswi%2BSMK%252C%2BPria%2BKunap%2BSetengah%2BMati%2BDipukuli%2BMassa
tersangka saat diamankan | topmetro.co.id
4. Pelajar di Medan

Meski sudah memiliki istri dan 1 anak, tak membuat Samuel Sinaga (36) puas dengan masalah urusan benda tumpul sejengkal di bawah perutnya.
    
Warga Jalan Bajak 5 Kebun Coklat (tanah garapan) Kecamatan Medan Amplas ini, nekat menggagahi Mera (bukan nama sebenarnya), gadis yang masih duduk di bangku kelas 1 SMK yang notabenenya tetangganya sendiri.
   
Lantaran menggauli gadis berusia 16 tahun itu, kuli bangunan itu sempat diamuk warga hingga babak belur. Kini tersangka harus berurusan dengan polisi.Di Mapolsek Patumbak, tersangka mengaku sudah puluhan kali mencumbui korban dan 2 kali menggagahi korban layaknya suami istri.
    
"Kalau hubungan suami istri baru dua kali kami lakukan sama dia (korban). Dan perbuatan itu, kami lakukan di Hotel Tuntungan," beber tersangka, Kamis (21/4/2016) sore.   
   
Dijelaskannya, dirinya (tersangka) dengan korban sebenarnya memadu kasih dan hubungan itu sudah dijalani 1 tahun 4 bulan.
   
Dari Pengakuan tersangka membuat warga terpancing untuk memukulinya. Tanpa dikomandoi, warga pun memukuli tersangka secara membabi buta.   
   
Beruntung tersangka tak mati di tempat. Secara kebetulan, petugas Polsek Patumbak datang ke lokasi hingga tersangka selamat dari maut. Untuk menghindari amukan massa polisi pun memboyong tersangka ke Mapolsek Patumbak.
[CUT]
Bejat%2521%2BOknum%2BGuru%2BCabuli%2BSiswa%2BSD%2Bdi%2BKamar%2BMandi
ilustrasi
5. Pelajar di Medan

Seorang oknum guru berinisial TH (45) yang mengajar di salah satu sekolah swasta di Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Medan Helvetia dilaporkan ke Polsek Helvetia, Rabu (9/3) siang.

Oknum guru tersebut dilaporkan karena diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap siswanya berinisial JA (11).
     
Informasi yang dihimpun di Polsekta Helvetia, dugaan kasus pelecehan seksual tersebut terjadi, Selasa (8/3/2016) silam.

Saat itu korban yang masih duduk dibangku kelas V Sekolah Dasar (SD) tersebut diajak pelaku ke rumahnya untuk mengikuti les private.

Saat itu korban diajak ke kamar mandi oleh pelaku. Di dalam kamar mandi itulah pelaku melakukan pelecehan.
    
"Dalam laporannya, orangtuanya mengaku kalau anaknya dilakukan pelecehan oleh gurunya," ujar Kompol Hendra ET.
[cut]
massa yang berkumpul untuk menghakimi pelaku | Foto: Humas Poldasu
6. Sembilam siswi SD di Kabupaten Humbang Hasundutan.

FM (26) guru honorer Sekola Dasar (SD) Negeri 173416, Desa Sipituhuta, Kecamatan Pollung, Kabupaten Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), diduga melakukan pencabulan terhadap sembilan siswi.

Orangtua murid yang anaknya menjadi salah satu korban pencabulan langsung mendatangi pelaku dan hendak menghakimi guru honorer tersebut yang diduga telah melakukan pencabulan terhadap anaknya.

Kapolres Humbahas yang didampingi Kapolsek Pollung tiba di TKP dan mengamankan pelaku sembari menunggu evakuasi pelaku karena massa ingin menghakimi pelaku.

Sementara itu, Humas Polda Sumut Dra Rina Sari Ginting menjelaskan dari salah satu orangtua yang anaknya telah dicabuli oleh pelaku dengan cara memangku anaknya dan memegang buah dada serta merabah paha dan memasukan tangan ke dalam celana anaknya. Keterangan tersebutpun diperkuat dengan pengakuan dari salah satu anak murid.

Lanjut Kombes Rina, korban pencabulan merupakan murid perempuan sebanyak sembilan orang. Adapun identitas sembilan orang murid perempuan yang diduga sebagai korban pencabulan dari pelaku.

"Saat diintrogasi tersangka mengaku melakukan pencabulan pada saat proses belajar-mengajar di kursi guru yang ada di depan kelas dengan cara memangku para murid perempuan untuk mengajari mereka menulis dan menghitung dan setelahnya mencium pipi mereka pada saat hendak pulang sekolah," jelas Kombes Rina, Senin (8/5).

Pelaku pencabulan dievakuasi Personil Sat Sabhara Polres Humbahas guna diamankan dari amukan massa dan diamankan di Mako Polres Humbahas guna pemeriksaan lebih lanjut.
Bagikan:
KOMENTAR