5 Pelaku Pembunuhan Paling Sadis di Sumatera Utara

Rabu, 03 Mei 2017 | 07.00 WIB

Bagikan:

cover | topik.co.id
TOPIK - Pembantaian keluarga Kinara (4) yang menewaskan lima orang di Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, masih menyisakan kisah duka yang mendalam.

Kisah dramatis pembunuhan satu keluarga itu menuai perhatian masyarakat luas hingga pejabat daerah di Sumatera Utara (Sumut).

Selain membunuh keluarga Kinara (4) dengan sadis, pelaku pembunuhan Andi Lala juga membunuh selingkuhan istrinya, Suherwan, dua tahun silam.

Kasus pembunuhan ini merupakan satu dari sekian banyak pembunuhan sadis yang terjadi di Sumut. Rata-rata, pembunuhan sadis itu dilakukan oleh orang dekat.

Berikut 5 pelaku pembunuhan paling sadis di Sumut yang dirangkum TOPIK.co.id, Rabu (3/5/2017).
[CUT]
Dukun AS
1. Dukun AS


Kisah Dukun AS alias Ahmad Suradji, pelaku pembunuhan berantai paling sadis di Sumut ini sehari-hari Suradji bekerja sebagai petani. Ia hanya lulus SD dan mempunyai tiga orang istri dan sembilan anak.

Pihak kepolisian pertama kali menemukan mayat salah seorang korban pada 27 April 1997, seorang wanita berusia 21 tahun bernama Sri Kemala Dewi. Seminggu kemudian, seorang saksi mengatakan bahwa pada hari Dewi menghilang, ia telah mengantarkan Dewi ke tempat tinggal Suradji.

Lantas pihak kepolisian kemudian menemukan setumpuk pakaian dan perhiasan wanita, di antaranya barang-barang milik Dewi. Suradjipun ditangkap.

Dalam sebuah laporan, Suradji mengaku membunuh karena hendak menyempurnakan ilmu yang sedang dipelajarinya. Agar ilmunya sempurna, ia harus membunuh 70 orang wanita dan mengisap air liur korban.

Ilmu ini sendiri ia dapati dari ayahnya saat ia masih berusia 12 tahun, meskipun perhatiannya terhadap ilmu tersebut baru mulai terasa saat ia mencapai usia 20 tahun.

Pada tahun 27 April 1998, ia divonis mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Lubuk Pakam karena terbukti bersalah melakukan pembunuhan terhadap wanita-wanita tersebut.

Dukun AS dieksekusi pada Kamis 10 Juli 2008 silam, tepatnya pukul 22.00 oleh tim eksekusi Brigadir Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara.
[cut]
Rori CS
2. Rori CS

Setelah melakukan pembunuhan secara sadis terhadap Muchtar Yakub (70) dan istri Nurhayati (66) serta cucu Muhammad Sadiq Kaysan alias Dika (7) di kemdiaman mereka di Jalan Sei Padang No.143, Kelurahan Padang Bulan Selayang I, Kecamatan Medan Selayang, tersangka Rori (23) dan T. Yoga (19) sempat melakukan perlawanan hingga harus dilumpuhkan.

Ketiganya berhasil ditangkap dari pihak kepolisian di salah satu kediaman keluarga mereka di Jalan Seser, Kecamatan Medan Timur. Dan menurut keterangan dari pihak kepolisian, saat dilakukan penangkapan, tersangka Rori (23) dan T. Yoga (19) sempat melakukan perlawanan hinga harus dilumpuhkan.

"Mereka melakukan perlawanan saat hendak ditangkap. Makanya kita berikan tindakan tegas," jelas, Kombes Pol Mardiaz saat menjabat Kapolresta Medan.

Sementara AKP Bayu yang saat itu menjabat Kanit Pidum Polresta Medan langsung turun ke lokasi mengatakan, kemudahan untuk mengendus bahwa pelaku tidak jauh-jauh lantarang melihat situasi tempat kejadian perkara.

"Pada saat kejadian, kita mendapati tidak ada bagian pintu yang dirusak. Maka dugaan kita kepada orang dalam. Dan setelah kita mintai keterangan saksi, pelaku pun mengarah kepada ketiganya," ujarnya.

Sementara salah satu pelaku yang juga sebagai otak pelaku, Rori mengatakan kalau saat kejadian ia tidak bisa berpikir panjang. Sehingga segelanya pun cepat berlalu. Akan tetapi, atas kejadian itu, ia sempat mengatakan kilaf dan minta maaf kepada keluarga.

"Saya khilaf dan saya minta maaf," ujarnya kepada awak media saat hendak digiring petugas ke ruang tahanan sementara Polresta Medan.

Terpisah, pihak keluarga juga turut mendatangi Polresta Medan untuk melihat wajah para pelaku sebelum memberikan keterangan lanjutan. Akan tetapi, dalam kesempatan itu, pihak keluarga mengatak berterimakasih kepada pihak kepolisian lantaran langsung bisa menangkap pelaku.

"Dari awal kita tidak menduga-duga kepada entah siapa dan kita menyerahkan keseluruhannya kepada pihak kepolisian. Dan atas pengungkapan ini, kita ucapkan terimakasi," ujar salah satu dari mereka.
[cut]
Syamsul Anwar
3. Syamsul Anwar

Tersangka kasus pembunuhan pembantu rumah tangga (PRT), Syamsul Anwar (51) di Jalan Madong Lubis, Medan. Polresta Medan, Disaster Victim Identification (DVI), dan Puslabfor Polda Sumatera Utara menemukan 23 potongan tubuh manusia.

"Tiga gigi manusia, enam celana dalam wanita, hiasan wanita, rambut, dan kain putih di kediaman tersangka SA yang juga penyalur tenaga kerja CV MJ," jelas Kombes Pol Nico Afinta Karokaro saat menjabat sebagai Kapolresta Medan.

Penemuan tulang manusia itu, menurut Nico, sebanyak 20 potong di lobang ke-4 samping kiri rumah SA, dan hanya berjarak lebih kurang tiga meter dari lubang ke-3 tempat penemuan beberapa benda sebelumnya.

"Jadi, penemuan di lubang ke-4 itu, yakni 20 tulang manusia, dua gigi manusia, satu celana dalam wanita, rambut, dan kain putih. Ini adalah hasil pencarian yang dilakukan pada hari ke-4, Kamis kemarin sekitar pukul 14.00 WIB," tambah Kombes Pol Nico.

Nico menyebutkan, hasil penemuan tulang manusia, gigi, dan benda lainnya akan diteliti tim DVI Polda Sumut untuk mengetahui identitas korban pembunuhan dan ditanam di rumah tersebut. "Tim gabungan dari kepolisian sampai saat ini masih terus bekerja di lapangan untuk mengungkap korban pembunuhan yang dialami tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di rumah majikan SA," katanya.

Sebelumnya, tim pencarian gabungan tersebut pada hari ke-3, Rabu (10/12/2014) pukul 18.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB, menemukan tiga potong tulang manusia berukuran 9 cm, satu gigi manusia, lima celana dalam wanita, rambut, dan perlengkapan hiasan wanita. Bahkan, gigi manusia yang ditemukan itu diperkirakan berusia antara 30 dan 50 tahun.
[cut]
Roymando Sah Siregar
4. Roymando Sah Siregar

Kasus pembunuhan Dosen Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Nurain Lubis (63) yang tewas dibunuh dengan cara digorok di bagian leher oleh mahasiswanya, Roymando Sah Siregar, mahasiswa semester VI di FKIP, Senin (2/5).

Kombes Helfi Assegaf yang saat itu menjabat Kabid Humas Poldasu angkat bicara terkait motif pembunuhan tersebut lantaran pelaku sakit hati.

"Tadi malam sudah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan berdasarkan keterangan dari pelaku, kita menerima informasi bahwa tersangka sakit hati terhadap korban. Selama ini sering dimarah dan diancam tidak diberikan nilai yang bagus jika tidak mengikuti perkuliahan korban ," beber Helfi.

Helfi juga membenarkan dan mengakui adanya beberapa mahasiswa yang diamankan guna dimintai keterangan.

"Ada beberapa mahasiswa kita amankan untuk dimintai keterangannya, karena mereka ini menghalang-halangi pada saat proses evakuasi tersangka, bahkan Ka­polresta Medan, Kombes Pol Mar­diaz Kusin Dwihananto yang turun ke tempat kejadian perkara (TKP) juga ikut terkena tendangan akibat aksi mahasiswa itu," jelasnya.
[cut]
Andi Lala
5. Andi Lala

Deretan kejahatan Andi Lala, dalang pembunuhan sekeluarga di Medan, satu per satu terkuak oleh pihak kepolisian. ternyata selain membunuh satu keluarga di Mabar Hilir, Andi Lala juga membunuh selingkuhan istrinya, Suherwan, dua tahun silam.

Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan pembunuhan berencana tersebut terjadi di rumah Andi Lala, yang beralamat di Lubuk Pakam, Deli Serdang, pada Juli 2015.

"Motifnya dendam karena isteri tersangka (Andi Lala) ada hubungan intim dengan korban Suherwan," kata Rycko kepada wartawan di Mapolda Sumut, Senin (17/4/2017).

Sementara itu, Dirkrimum Polda Sumut Kombes Nurfallah menambahkan istri Andi Lala, Reni Safitri, beserta seorang temannya, Irvan, terlibat dalam pembunuhan Suherwan.

Menurut dia, istri Andi Lala melakukan hubungan intim dengan korban Suherwan sebanyak tujuh kali.

"Pembunuhan dilakukan Andi Lala karena dendam kepada korban yang telah berselingkuh dengan istrinya. Reni sempat mau diceraikan, namun karena tidak mau diceraikan, akhirnya Reni mengakui," ujar Nurfallah.
Bagikan:
KOMENTAR